Bagaimana Cara Kerja Mesin Fotocopy?
Mesin fotocopy adalah salah satu perangkat kantor yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di sekolah, kantor, toko alat tulis, hingga lembaga pemerintahan. Alat ini mampu menggandakan dokumen dalam waktu singkat dengan kualitas yang cukup baik. Namun, tahukah kamu bagaimana sebenarnya cara kerja mesin fotocopy?
Mesin ini mungkin terlihat sederhana dari luar, tetapi di dalamnya terdapat proses kompleks yang memadukan teknologi optik, listrik statis, dan panas. Artikel ini akan mengupas tuntas prinsip kerja mesin fotocopy dari awal hingga akhir secara mudah dimengerti.
Apa Itu Mesin Fotocopy?
Mesin fotocopy (photocopier) adalah perangkat yang digunakan untuk menyalin dokumen atau gambar dari satu lembar ke lembar lainnya. Hasil salinan ini bisa berupa hitam-putih maupun berwarna, tergantung dari jenis mesin yang digunakan.
Teknologi utama di balik mesin fotocopy disebut xerografi, ditemukan oleh Chester Carlson pada tahun 1938. Teknik ini menggunakan prinsip elektrostatik untuk mentransfer gambar dari dokumen asli ke kertas kosong.
Komponen Utama Mesin Fotocopy
Sebelum membahas proses kerjanya, kenali dulu beberapa komponen utama mesin fotocopy:
- Drum Fotoreseptor (Photoreceptor Drum) – Silinder sensitif cahaya yang berperan penting dalam proses pencetakan.
- Laser atau Lampu Scanner – Berfungsi memindai dokumen asli.
- Toner – Serbuk tinta khusus yang akan ditempelkan ke kertas.
- Fuser (Pemanas) – Pemanas yang merekatkan toner ke kertas.
- Corona Wire – Mengisi muatan listrik negatif pada drum.
- Kaca Scanner – Tempat meletakkan dokumen asli.
Proses Kerja Mesin Fotocopy
Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana mesin fotocopy bekerja secara umum:
1. Pemindaian Dokumen Asli
Dokumen yang ingin disalin diletakkan menghadap ke bawah pada kaca mesin fotocopy. Lampu scanner kemudian menyala dan memindai dokumen. Area yang berwarna putih (kosong) akan memantulkan cahaya, sedangkan area hitam (tulisan/gambar) akan menyerap cahaya.
2. Pembuatan Gambar Elektrostatis
Cahaya hasil pantulan dipantulkan ke drum fotoreseptor, yang sebelumnya sudah diberi muatan listrik negatif oleh corona wire. Di bagian drum yang terkena cahaya, muatannya akan hilang, sedangkan bagian yang gelap (tulisan) akan tetap bermuatan.
Hasilnya: terbentuklah pola gambar dokumen berupa muatan listrik negatif di drum.
3. Penempelan Toner
Toner yang bermuatan positif kemudian disebar ke drum. Karena hukum elektrostatik (muatan berlawanan tarik-menarik), toner hanya akan menempel di bagian yang bermuatan negatif (area gambar/tulisan).
4. Transfer ke Kertas
Lembaran kertas kosong diberi muatan negatif dan digeser melewati drum. Toner yang menempel pada drum ditransfer ke kertas karena tarikan muatan.
5. Pemanasan dan Fiksasi
Setelah toner berpindah ke kertas, fuser unit (gabungan pemanas dan rol tekanan) akan memanaskan kertas. Ini akan melelehkan dan menekan toner agar menempel kuat dan permanen di permukaan kertas.
6. Pembersihan Drum
Setelah satu siklus selesai, drum dibersihkan dari sisa toner dan muatan listrik. Drum siap untuk proses fotokopi berikutnya.
Jenis-Jenis Mesin Fotocopy
Ada beberapa jenis mesin fotocopy berdasarkan kemampuan dan ukurannya:
- Mesin Fotocopy Analog: Sistem lama, tanpa digitalisasi data. Sudah jarang digunakan.
- Mesin Fotocopy Digital: Lebih canggih, bisa terhubung ke komputer dan memiliki fungsi scanning serta printing.
- Mesin Warna: Bisa menggandakan dokumen berwarna.
- Multifungsi (All-in-One): Dilengkapi fitur print, scan, copy, dan fax.
Fakta Menarik
- Mesin fotocopy rata-rata bisa mencetak 20–100 lembar per menit.
- Toner tidak hanya berbentuk tinta hitam, tetapi juga tersedia dalam warna CMYK (cyan, magenta, yellow, black).
- Mesin fotocopy modern sudah memiliki layar sentuh dan konektivitas Wi-Fi.
Tips Merawat Mesin Fotocopy
Agar mesin fotocopy awet dan hasil cetak tetap optimal:
- Gunakan toner dan kertas sesuai standar mesin.
- Bersihkan kaca scanner secara rutin.
- Jangan terlalu sering membuka-tutup mesin saat mencetak.
- Servis berkala oleh teknisi resmi.
Mesin fotocopy memanfaatkan prinsip elektrostatik untuk menyalin dokumen dengan cepat dan efisien. Meski tampak sederhana, proses di baliknya melibatkan teknologi tinggi yang memadukan cahaya, listrik, dan panas. Dengan mengetahui cara kerja mesin fotocopy, kita dapat lebih menghargai teknologi di balik alat yang sering kita gunakan sehari-hari ini, serta lebih mudah merawat dan menggunakannya dengan tepat.